|
Rabu, 16 Agustus 2006 00:00 |
|
Berbagai insitusi dan instrumen demokrasi belum mampu bekerja secara efektif dan akuntabel untuk mewujudkan keadulatan rakyat. Maka dibutuhkan partisipasi demokrasi dari banyak aktor untuk meningkatkan kualitas wacana demokrasi. Atas desakan situasi itulah Perekat Demokrasi hadir sebagai salah satu alat konsolidasi guna mengembangkan demokrasi pada tingkatan lokal. Perkumpulan Masyarakat untuk Demokrasi (Perekat Demokrasi) didirikan oleh pada 15 Januari tahun 2010 didepan Notaris Yendra Wiharja, SH.MH Tangerang Banten dengan akte notaris nomer 08
Visi KelembagaanMengembangkan hubungan dialogis antara pilar-pilar demokrasi (masyarakat sipil, kelompok bisnis, birokrasi, partai politik) dalam kerangka meningkatkan kualitas partisipasi dan kualitas wacana demokrasi
Kegiatan yang dilakukan- Dalam kerangka mewujudkan visi kelembagaan, Perekat Demokrasi melakukan serangkaian kegiatan yakni Sekolah Demokrasi. Sebuah program sekolah yang dirancang bagi empat pilar demokrasi yang berlangsung selama satu tahun. Program ini merupakan hasil kerjasama dengan Komunitas Indonesia untuk Demokrasi. Program Sekolah Demokrasi telah menghasilkan sedikitnya 140 alumni yang kini tersebar dalam berbagai aktivitas dan profesi. Mereka menjadi pengurus aktif partai politik, birokrasi, pemimpin ormas dan juga pengusaha kecil menengah. Rata-rata mereka berdomisi dan beraktivitas di Tangerang dan sekitarnya.
- Dialog PublikSebuah program yang dirancang guna membahas persoalan publik dalam bentuk dialog yang mengundang masyarakat secara langsung dengan para pihak yang berkompeten dalam penyelesaian masalah yang menjadi tema kegiatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Sekolah Demokrasi yang berlangsung diluar kelas. Sedikitnya dalam setahun ada 3 (tiga) kali dialog publik.
- Talkshow di radioKegiatan ini dirancang sebagai upaya mendekatkan publik dengan isu-isu demokrasi melalui radio. Kegiatan ini diselenggarakan sedikitnya 6 (enam) kali dalam setahun.
- Penerbitan Berita DemokrasiMerupakan buletin alternatif sebagai suplay informasi kepada masyarakat tentang masalah-masalah aktual kepada masyarakat. Berita Demokrasi terbit setiap 4 bulan dengan oplah 1000 eksemplar.
- Riset dan advokasi kebijakan publikKegiatan ini dilakukan sebagai bentuk respon Perekat Demokrasi terhadap perubahan situasi dan dinamika demokrasi yang berkembang. Hasil riset diperuntukan bagi lembaga dalam upaya memperkuat kerja-kerja lembaga serta dipergunakan dalam melakukan advokasi terhadap isu demokrasi yang berkembang.
- Bimbingan Teknis : Bimbingan teknis merupakan program yang dirancang untuk membantu institusi tertentu (semisal DPRD, SKPD, LSM/NGO ) untuk meningkatkan kapasitas kelembagan dalam memahami atau membuat kebijakan yang terkait dengan masalah tertentu. Dalam menjalankan program bimbingan teknis Perekat Demokrasi focus pada beberapa isu. Fokus tersebut dimaknai sebagai upaya menyadari keterbatasn yang dimiliki oleh lembaga.
Beberapa isu yang menjadi fokus kegiatan Bimbingan Teknis yakni: - Demokratisasi diranah lokal.
- Penguatan institusi desa,
- Kebijakan publik tentang pelayanan kesehatan,
- Pengentasan kemiskinan di daerah industri,
- Hubungan industrial dan ketenagakerjaan.
Para Pendiri dan Pelaksana
Pendiri perekat demokrasi adalah alumni Sekolah Demokrasi, aktivis gerakan sosial, peneliti, akedemisi. Pengurus Perekat Demokrasi sekarang yakni Willy Aditya, Sfil .MDM (Spesialis politik dan kajian pertahanan) sebagai ketua dewan pengawas. Dalam melaksanankan kegiatan harian kelembagaan dipilih Dedy Ramanta , SH (Peneliti dan aktivis gerakan sosial). Dalam menjalankan kegiatannya didukung oleh para partner yang merupakan para ahli yang telah teruji.
|