|
PROFIL SEKOLAH DEMOKRASI TANGERANG SELATAN ADALAH Komunitas Indonesia Untuk Demokrasi (KID), Sebuah perkumpulan yang didirikan di Jakarta pada 9 September 2004 yang kali pertama menggagas lahirnya Sekolah Demokrasi. Untuk melaksanakan program ini, KID bekerjasama dengan lembaga ditingkat lokal yang disebut dengan Impelementing Agency (IA). Program Sekolah Demokrasi sampai tahun 2011 ini telah diselenggarakan di 8 (delapan) kabupaten atau Kota, yaitu Kota Batu (Propinsi Jawa Timur), Kabupaten Belu (Propinsi Nusa Tenggara Timur), Kabupaten Pangkep (Propinsi Sulawesi Selatan), Kabupaten Ogan Ilir (Propinsi Sumatera Selatan), Kota Tangerang Selatan (Propinsi Banten), Kabupaten Sanggau (Propinsi Kalimantan Barat), Kabupaten Aceh Utara ( Propinsi Aceh), Kabupaten Jayapura (Prop. Papua) Untuk diwilayah Tangerang, program ini memasuki tahun kelima, empat tahun di Kabupaten Tangerang, dan ditahun 2011 ini berpindah lokasi ke Kota Tangerang Selatan. Lembaga pelaksana program Sekolah Demokrasi di Tangerang adalah Perkumpulan Masyarakat untuk Demokrasi (PEREKAT DEMOKRASI). Aktivitas Sekolah Demokrasi yang utama adalah melakukan kegiatan persekolahan. Persekolahan diselenggarakan dengan berbagai metode agar peserta tidak hanya sekedar mampu mendapatkan pengetahuan tentang demokrasi tetapi juga nilai dan mampu melakukan praktek demokrasi di lingkungan terdekatnya. Selain menyelenggarakan kegiatan persekolahan di dalam kelas, Sekolah Demokrasi juga menyelenggarakan kegiatan seperti seminar, diskusi publik, talkshow, menulis (penerbitan) dan sebagainya Sekolah Demokrasi dirancang setidaknya bertujuan untuk mendorong, mengembangkan, dan memperkuat warganegara aktif berpolitik guna mengisi lembaga-lembaga demokrasi dan membangun kultur demokratis. Sementara tujuan khusus yang juga hendak dicapai yakni pertama, merumuskan demokrasi kontekstual berbasis pada lokalitas dengan hukum-hukum demokrasi secara universal. Kedua, mengembangkan Sekolah Demokrasi sebagai sarana lahirnya warga yang emansipatif dan aktif dalam proses demokratisasi ditingkat lokal maupun nasional. Ketiga, mengembangkan kesadaran kritis warga masyarakat akan hak-hak sosial, politik, ekonomi dan sosial-budaya berbasiskan pada konstitusi melalui proses pengorganisasian di tingkat komunitas. Dalam prakteknya Sekolah Demokrasi menggunakan metode Pembelajaran Orang Dewasa (POD) yang semua materi pendidikan berbasiskan pengalaman dan pengetahuan peserta ajar itu sendiri. Dengan demikian diharapkan juga transformasi relasi “knowledge power”. Derivasi dari metode pendidikan ini adalah model-model pengelolaan kelas yang demokratis dan partisipatif dengan mengedepankan semangat saling menghargai, persamaan, kebebasan dan kesetaraan antara fasilitator, pengelola dengan peserta serta antar peserta sendiri. Oleh karena itu yang paling penting adalah keikutsertaan dan keaktifan para peserta Sekolah Demokrasi dalam berdialog tentang DEMOKRASI, bukan permasalahan administrasi dan struktural. Sekolah Demokrasi adalah sebuah media untuk "tahu" dan mendalami wacana demokrasi serta realitas yang selama ini berkembang. Kami meyakini bahwa peningkatan kualitas wacana adalah jalan efektif untuk memperluas partisipasi politik menuju masyarakat yang demokratis. Sasaran program ini adalah kelompok yang diistilahkan dengan 'empat pilar demokrasi' yang terdiri dari: 1). Masyarakat sipil (Pengurus organisasi kemasyarakatan, lembaga Swadaya Masyarakat, Jurnalis, aktivis mahasiswa) 2). Masyarakat politik (Pengurus atau kader partai politik, oraganisasi massa partai politik, anggota DPRD) 3). Masyarakat ekonomi (Pengusaha, pengurus organisasi asosiasi pengusaha, pengurus koperasi dan pelaku bisnis) 4). Birokrat ( dari tingkat desa atau kelurahan hingga tingkat pemerintah daerah) Calon peserta Sekolah Demokrasi paling tidak harus memenuhi persyaratan: 1). Warga negara Indonesia 2). Berdomisi dan atau beraktivitas di Kota Tangerang Selatan atau sekitarnya 3). Berusia 21-40 tahun (dengan pengecualian kepada kelompok tertentu yang potensial misalnya kelompok perempuan, birokrat dan anggota DPRD) 4). Pendidikan formal terakhir minimal SMU 5). Mempunyai komitmen personal dan profesional terhadap transformasi masyarakat demokratis 6). Mendapatkan referensi dari individu atau lembaga lokal 7). Melampirkan tulisan atau artikel minimal 2 halaman A4 tentang kebijakan publik, demokrasi atau isu lingkungan di Kota Tangerang Selata (diutamakan yang pernah dimuat di media massa) Pelaksanaan Sekolah Demokrasi Rekrutmen calon peserta dilakukan setiap awal tahun kalender untuk tiap angkatan melalui publikasi (iklan) diharian (koran) Lokal di Tangerang Selatan serta pengumuman melalui famplet serta spanduk. Selanjutnya peserta yang dinyatakan lulus setelah melalui tahapan tes tertulis dan wawancara mengikuti kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan setiap hari Sabtu dari pukul 09.00 WIB - 17.00 WIB yang bertempat di Sekretariat Sekolah Demokrasi Kota Tangerang Selatan. Suasana pembelajaran didisain sedemikian rupa dengan menggunakan pendekatan pembelajaran untuk orang dewasa sehingga memungkinkan proses dialog terjadi sedemikian rupa. Sekretariat Sekolah Demokrasi Kota Tangerang Selatan berlokasi di Komplek Ruko Golden Road Blok C33 No 9, ITC BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan. Telpon (021) 53154628.
|